SMPN 1 NGABANG

Berita

Sosialisasi Penanganan dan Pencegahan Penyakit Rabies di SMP Negeri 1 Ngabang

Ngabang 7/5/2024 Penyakit rabies saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat, khususnya Masyarakat Kabupaten Landak. Beberapa waktu yang lalu yang lalu terjadi beberapa kasus positif penyakit rabies yang menelan korban jiwa di Kabupaten Landak.

Hal ini tentunya menjadi perhatian bersama semua pihak, Dinas Peternakan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak dan Dinas Kesehatan Kabupaten Landak terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi peserta didik mengenai pencegahan dan penanganan penyakit rabies ini. Karena sebagian besar kasus rabies yang terjadi di Kabupaten Landak terjadi pada anak usia sekolah.

“Kasus positif rabies yang terjadi di Kabupaten Landak kebanyakan terjadi akibat dari gigitan anjing, seperti yang kita ketahui bersama di wilayah kita anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang umum dipelihara oleh warga, untuk itu saya menghimbau kepada adik-adik semua yang kebetulan dirumahnya memelihara anjing mari kita jaga anjing kita dari penyakit rabies dengan cara memberi makanan yang baik, tidak membiarkannya makan dari tempat-tempat kotor seperti tempat sampah, kemudian anjing juga perlu divaksin agar tidak terjangkit penyakit rabies ini dan saya menghimbau juga agar kita dapat mengandangkan anjing kita untuk mencegahnya menggigit manusia dan agar anjing kita tidak digigit oleh anjing lain yang mungkin terinfeksi penyakit rabies ini” ujar Bapak Sahbirin, S.T., M.T. Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak.

Penyakit rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Lyssavirus dari golongan Rhabdoviridae. Cara penularan penyakit rabies virus ini umumnya masuk ke tubuh manusia melalui cakaran, gigitan hewan yang terinfeksi virus, serta jilatan hewan yang terinfeksi ke mulut, mata, atau luka terbuka. Angka mortalitas rabies adalah sebesar 100%. Angka tersebut mendefinisikan bahwa seseorang yang sudah terkonfirmasi positif terkena virus rabies memiliki angka kematian hingga 100%.

“Penyakit rabies ini adalah penyakit yang saat ini belum ada obatnya, namun kita semua tidak perlu khawatir dikarenakan penyakit ini dapat kita cegah apabila mendapat penanganan yang tepat. Apabila adik-adik mendapat gigitan atau cakaran dari anjing atau hewan peliharaan lainnya segera cuci luka tersebut dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit, kemudian segera lapor ke orang tua agar dapat mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat. Semakin cepat penanganan nya maka akan semakin kecil pula resiko adik-adik terinfeksi penyakit ini, kebanyakan kasus positif rabies yang terjadi di kabupaten landak adalah akibat lamban nya penanganan” ujar Bapak Subanri, S.Si,M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak dalam sosialisasinya di SMP Negeri 1 Ngabang.

Mengingat bahaya dari penyakit rabies ini Kepala SMP negeri 1 Ngabang sangat menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Dengan adanya sosialisasi ini anak-anak diharapkan dapat mengerti mengenai penanganan dan pencegahan dari penyakit rabies ini dan diharapkan setelah kegiatan sosialisasi ini tidak terjadi lagi kasus-kasus positif rabies di Kabupaten Landak.